IBX5835779F171C1

Kamis, 25 Juni 2020

Cara Pengajuan Izin BPOM


Pernahkan kamu mendengar BPOM? 

Apakah itu? BPOM adalah singkatan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan yang merupakan sebuah lembaga yang berwenang dalam mengawasi peredaran obat-obatan dan makanan di Indonesia.

Sistem dari BPOM ini bisa dikatakan efektif dan efisian untuk mendeteksi, mencegah, dan mengawasi produk di pasaran sehingga dapat melindungi konsumen dari berbagai hal negatif seperti masalah kesehatan dan keselamatan bahan obat dan makanan. Bagi produsen atau penjual yang ingin mengedarkan produknya dapat mendagtarkan produk yang diproduksi ke BPOM.

Mengapa? Dengan mendaftarkan produkmu ke BPOM, kamu dapat mengetahui apakah ada bahan berbahaya bagi kesehatan manusia pada produkmu. Dengan begitu kamu dapat menjajakan produk yang aman untuk para konsumen. Berdasarkan pasal 68 keputusan presiden nomor 103 tahun 2001,

BPOM memiliki fungsi sebagai pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang pengawasan obat dan makanan, pelaksanaan kebijakan tertenu di bidang pengawasan obat dan makanan, koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BPOM, pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang pengawasan obat dan makanan dan penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan adminstrasi umum di bidang perencaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tatalaksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, persandian, perlengkapan dan rumah tangga.

Namun, sebelum mendaftarkan produk, kamu harus memastikan bahwa usahamu tersebut sudah terdaftar. Barulah kemudian melakukan pendaftaran pada BPOM untuk mendapatkan izin BPOM, khususnya untuk panganan dengan tatacara sebagai berikut.

Pertama adalah melengkapi persyaratan administratid dengan menyiapkan dua rangkap dengan satu dokumen asli dan satu hasil fotokopi. Untuk pangan oalahn dalam negeri, dokumen yang dibutuhkan adalah formulir pendaftaran yang sudah diisi, izin industri seperti IUI atau izin usaha industri, atau TDI tanda daftar industri atau izin usaha Mikro kecil, selanjutnya adalah dokumen hasil audit sarana produksi atau piagam program manajemen risiko atau sertifikat cara produksi pangan olahan yang baik, dan surat kuasa untuk melakukan pendaftaran pangan olahan.

Sedangkan untuk pangan olahan impor, dokumen yang dibutuhkan adalah surat izin usaha perdagayngan atau angka pengenal impor atau surat penetapan sebagai importir terdaftar, hasil audit sarana distribusi, sertifikat good manufacturing practice atau sertifikat serupa yang diterbitkan oleh lembaga berwenang, surat penunjukan dari perusahaan asal di luar negeri, sertifikat kesehatan dan sertifikat bebas jual serta surat kuasa untuk melakukan pendaftaran pangan olahan.

Karena kini sudah era digital, maka pengusuran BPOM tidak perlu harus langsung datang ke Departemen Perindustrian dan Perdagangan Pangan, pendaftaran BPOM sudah dapat dilakukan dengan online. Caranya adalah melalui aplikasi e-registration.

Keuntungan dari menggunakan aplikasi ini adalah user hanya membutuhakn koneksi internet untuk melakukan proses registrasi produk dan mengirimkan beberapa dokumen dalam bentuk hardcopy perusahaan ke BPOM untuk dilakukan proses verifikasi.

Cara pengajuan registrasi produk pangan dapat dilakukan dengan cara login ke aplikasi, mengisi dara registrasi dan komposisi produk, mengisi dara hasil analisa sesuai kategori pangan, upload dokumen pendukung yang disyaratkan, dan supervisi dokumen registrasi sampai terbit surat persetujuan pendaftaran atau SPP.

Namun, untuk login ke aplikasi tersebut, perusahaan sudah mendaftar terlebih dahulu. Proses pendaftaran user biasanya dilakukan satu kali saja.

Itulah cara pengajuan izin BPOM untuk produk usahamu. Terdapat beberapa dokumen pendukung yang perlu disiapkan dan tentunya kamu harus mendaftarkan usahamu sebelum mendaftarkan produkmu di BPOM. Sekarang pendaftaran juga lebih praktis sedang adanya aplikasi online.

Article by : permitindo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar