IBX5835779F171C1

Rabu, 04 Maret 2020

Nasi Jinggo, Dulu Nasinya Koboi yang Suka Begadang?


Nasi Jinggo adalah nasi bungkus murah meriah dan enak khas Bali. Isinya nasi sekepalan tangan, lauk pauk seperti serundeng, sambal goreng tempe, dan ayam suwir, serta sambal. Dibungkus daun pisang, nasi ini mengingatkan kita pada nasi kucing Yogyakarta yang porsinya juga kecil.
Sejarah Nasi Jinggo
Ada beberapa versi asal mula nasi Jinggo ini. Buku A Traveller’s Guide to Balinese Street Food menyebutkan asal nama nasi Jinggo bermula di jaman Kuta dan Denpasar masih sepi dari turis.
Saat itu film koboi sedang mendominasi dan mempengaruhi gaya berpakaian anak muda di Kuta dan Denpasar. Tokoh film koboi yang terkenal ketika itu adalah Djanggo.
Setelah para anak muda itu begadang semalaman, mereka lapar dan nasi bungkus ini yang mereka beli karena murah. Banyaknya anak muda yang berpakaian seperti koboi yang sering makan nasi ini, maka orang menyebut nasi ini dengan nama Jinggo.
Versi lain menyebutkan kata Jinggo berasal dari bahasa Hokkian yang artinya seribu lima ratus. Memang sih sebelum krisis moneter 1997 nasi ini dijual Rp 1.500 per bungkusnya. Sekarang tentu harganya sudah naik kisaran hingga 7 ribuan rupiah per bungkus.
Ada juga yang mengatakan nasi Jinggo pertama kali dijual pada 1980an oleh suami istri di daerah Pasar Kumbasari, Denpasar. Lapaknya buka dari sore hingga malam dan laris diberi orang yang beraktivitas malam di pasar.
Versi terakhir, jinggo berasal dari kata jagoan, sebutan untuk biker Bali. Makanan favorit mereka di malam hari adalah nasi jinggo.
Warung Nasi Jinggo Favorit
Saat ini nasi Jinggo tidak hanya menggunakan nasi putih tapi juga nasi kuning. Lauknya pun makin beragam ada telur, daging, mie, dll. Meski masih menjadi menu favorit kuliner malam, nasi jinggo sekarang juga sering dipakai sebagai hidangan rapat, acara keluarga, ulang tahun, dsb.
Nasi Jinggo Wikowi:
  • Buka jam 6 hingga jam 12 malam di Benoa, Kuta Utara, Badung.
  • Pilihan lauk: serundeng, telur, mie, dll.
Nasi Jinggo Simpangan:
  • Buka jam 7 hingga jam 1 malam di Uluwatu, Denpasar.
  • Pilihan lauk: dendeng, ayam, dll.
Nasi Jinggo Dipenogoro:
  • Mulai buka jam 8 malam di Pertokoan Kertajaya, Jalan Diponegoro, Denpasar.
  • Pilihan lauk: mie, sate lilit, sambal goreng tempe, telur, dll.
Nasi Jinggo Thamrin:
  • Buka jam 6 hingga jam 12 malam di Jl Thamrin, Denpasar.
  • Nasi kuning dan nasi putih.
  • Pilihan lauk: ayam, telur, mie, serundeng, tempe, dll.
Nasi Jinggo Sukreni:
  • Buka jam setengah 8 hingga jam 11 malam di Jl Kediri, Kuta.
  • Pilihan lauk: buncis, telur, sate lilit, dll.
Nasi Jinggo Sambal Ijo:
  • Buka jam 8 hingga jam 1 malam di Jl Tukad Baru, Denpasar.
  • Pilihan lauk: daging, mie, dll.
Rekomendasi Transportasi Wisata Bali

Serunya berwisata di Bali akan tambah asyik jika pilihan transportasinya berkualitas. Mobil yang nyaman dengan harga terjangkau bisa didapatkan di Omocars Bali. Pelayanannya pun profesional dan memudahkan karena mobil bisa diantar langsung di bandara, jadi begitu kita datang di Bali sudah tidak bingung dengan urusan transportasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar