IBX5835779F171C1

Jumat, 24 Mei 2019

Kamera Mirrorless Fujifilm X-T100



Sore ini berkesempatan dapat ilmu fotografi dari tim Fujifilm, mas Agung (IG : @agoeng_tosol) di Fujifilm Learning Centre yang berlokasi di DYAP Square, ruko sebelah utara di jalan C. Simanjuntak. Acara sore ini bagian dari #KEBelajar yang rutin diadakan untuk mendukung kemampuan blogging emak-emak blogger yang tergabung dalam KEB (Kumpulan Emak Blogger). Saya termasuk suami yang mendukung istrinya bergabung di komunitas ini karena meluaskan wawasan tentang fotografi, terlebih bertemu dengan kawan-kawan dari Fujifilm seperti mas Ardy, mas Agoeng, dan juga mas Ardian. 



Mengenal kamera Fujifilm X-T100 

Fujifilm X-T100 merupakan kamera mirrorless serbaguna yang sempurna untuk pengambilan gambar sehari-hari. Memakai sensor APS-C CMOS 24.2MP beresolusi tinggi untuk merekam gambar diam dan video, kemampuan pencitraan X-T100 dibulatkan oleh sistem pendeteksian fase-fase-kontras dan pendeteksian autofokus yang cepat dan tepat serta pengaturan SR + Otomatis yang canggih untuk secara akurat menggambarkan berbagai jenis pemandangan. Usaha pemotretan kreatif diuntungkan oleh dimasukkannya mode Simulasi Film, untuk meniru tampilan film Fujifilm klasik, bersama dengan mode Filter Tingkat Lanjut untuk efek yang unik. Desain bodi yang ramping menggabungkan kedua jendela bidik OLED elektronik 2,36x-pembesaran 2.36m-dot, untuk pemotretan tingkat mata intuitif, dan layar sentuh LCD tilt tiga-arah 3.0 “1.04m-titik yang dapat menghadap ke depan untuk menyusun foto selfie secara akurat. bodi kamera juga dibedakan dengan sampul emas anodized-champagne gold, kontrol dial atas, dan estetika retro. Selain itu, Bluetooth low energy dan Wi-Fi memungkinkan Anda untuk berbagi gambar secara nirkabel dari kamera ke perangkat seluler dan termasuk lithium yang dapat diisi ulang baterai ion menawarkan hingga 430 tembakan per charge untuk penggunaan sepanjang hari. 

Sore ini, melihat emak-emak antusias belajar fotografi, saya pun jadi ikut senang karena Manda dipaksa mau belajar tentang kamera. Setidaknya ilmu tentang exposure yang membuat foto bisa lebih hidup dan mewakili cerita dibandingkan hanya mengambil gambar dengan kamera secara auto. 


Mengenal diagframa 

Diagfragma dipergunakan untuk menajamkan focus. Didalamnya kita belajar juga tentang foto bokeh atau depth of field. Materi tentang DOF (depth of field), sebuah materi dimana gambar yang dihasilkan merupakan bagian area mana yg ingin ditajamkan dibandingkan dengan sekelilingnya. 

semakin deket mata, semakin wide. Dan semakin deket objek, makin sempit. 

Teori yang diberikan mas Agung tentang foto bokeh ini : 

Foto bokeh bisa dihasilkan saat f yang dipilih kecil. Ketika kita memilih fokus maka pastikan untuk mengubah area fokusnya, di kamera X-T100 mudah sekali mengatur focus yang dipilih hanya dengan menggunakan tombol panahnya. 

Untuk f 5.6 ke atas, fokus ditengah, dibuat aman untuk menghasilkan foto berbanyak. 

Dicontohkan mas Agung dalam kesempatan ini, dof sempit dengan jarak dekat, menggunakan f kecil 3.5 dan iso yang dipilih 3200. 

Materi tentang ISO 

Standard ISO yang dipergunakan dalam kamera menggunakan acuan di daerah tropis dan eropa. 

Tips dari mas Agung , settingan paling aman : ISO 400 SS 125 f 8-11 di kondisi cuaca yg baik, Ketika sore mendung => naikkan ISO 400, dalam kondisi cahaya lampu/mendung banget => ISO 800, saat banyak sinar matahari => ISO 200. 

Perlu diingat bahwa semakin naik ISOnya bikin Noise, tapi itu dulu. Kamera FUJIFILM X-T100 sudah dilengkapi Noise Reduction = NR, jadi nggak perlu kawatir. Kelemahan jika NR diaktifkan, kamera akan merekam gambar lebih lama. 
  • ISO rendah - foto untuk dicetak akan lebih bagus. 
  • ISO 100, ISO 200, ISO 400 masih bagus untuk dikonsumsi di postingan media social. 
Tentang Shutterspeed 

Shutterspeed adalah bicara gambar yang berhubungan dengan motion. 

Tipsnya : 
shutter speed besar - efek diam 
shutter speed kecil - efek bergerak 



Ketika bermain dengan shutterspeed, sangat dianjurkan menggunakan tripod menghindari goncangan, jika ingin aman gunakan Shutterspeed 60-80 yang aman untuk tangan yang tremor. 

Kesempatan nyetrit di Malioboro, di depan hotel Inna Garuda ada air mancur yang bisa dijadikan objek foto mempraktekkan shutterspeed ini. 




Waktu sudah menunjukkan pukul 3 dan saatnya kita bergerak menuju ke Malioboro. Berikut adalah foto-foto yang saya ambil dengan menggunakan kamera Fujifilm X-T100.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar