IBX5835779F171C1

Minggu, 30 September 2018

Momen Terbaik Perjalanan di Tahun 2018

 

Tahun 2018 belum berakhir, mungkin masih ada hal terbaik yang masih mungkin terjadi menuju akhir tahun 2018 ini. Namun di penghujung akhir tahun ini, ada lomba menarik yang temanya adalah momen terbaik di 2018. Baiklah, mari memilih mana yang menjadi prioritas momen terbaik bagi kami. 

Terus terang bingung ketika harus memilih mana yang dipilih menjadi yang terbaik. Hampir setiap momen yang terjadi di dalam hidupku di usia lebih dari 30 tahun ini, adalah momen terbaik. Mencoba memutar otak dengan mengingat dengan keras momen apa yang terbaik, jadi pengin metani satu per satu momen yang sudah terjadi dari Januari 2018, nanti baru diputuskan mana yang jadi momen terbaik di penghujung akhir 2018 ya. 


Bulan Januari, bulan-bulan kami berdua sibuk di awal tahun. Biasanya kalau Panda sibuk, Mandapun sering ikut terlibat ikut sibuk juga. Seperti halnya tambahan ngajar di kelas pagi, artinya Manda pun harus menyiapkan ritme pagi di hari tersebut. Bukan tentang mandiri atau tidak mandiri, menurut Manda ini sudah tanggung jawab bersama saat berumah tangga.

Bulan Februari, bulan ini adalah bulan kelahiran Manda, di bulan ini biasanya akhir tahun lalu, Panda sudah menanyakan mau liburan kemana untuk kado ulang tahun? Sebenarnya bulan Februari ini kami akan ke Palembang menemui kawan yang akan lahiran di sana, sekaligus berjumpa dengan banyak kawan di Palembang. Namun, manusia hanya bisa berencana. Ndilalahnya, yang mau lahiran di sana malah ada di Jogja, sontak perjalanan ke Palembang di-reschedule. Dan qodarulloh, dari rencana ke Pulau Sumatera, Alloh meng-aamiin-kan kami terbang ke Pulau Lombok. 


Alhamdulillaaaaahh. Ya, begitulah. Kita boleh merencanakan sesuatu, mengusahakan banyak cara untuk membuat segala sesuatunya seperti kita mau, namun kembali lagi ada tulisan kita di sana yang Alloh tuliskan bahwa tanggal sekian, jam sekian, detik sekian, kita berada dimana. Bulan Februari sesuai rencana, alhamdulillah kita ke Pulau Lombok. Bertemu dengan keluarga Lombok yang sudah hampir 10 tahun tidak bertemu. Keluarga yang dekat di hati dan selalu terkoneksi dalam doa. Ya, kita melihat bumiNya di banyak tempat di Lombok. 


Diawali dengan bermalam di D’Praya Lombok Tengah karena mengejar flight malam untuk sampai Lombok. Keesokan harinya silaturahmi ke Lombok Timur dan diajak berpetualang di Pantai Pink, lalu menginap di Dream hotel persis di depan pantai Kuta Mandalika di Lombok Tengah. Kemudian keesokan harinya kita double date ke Desa Sasak dan kota Mataram untuk menikmati kuliner khas Lombok. Subhanalloh, Allohu akbar, bagus bangeett pulau 1000 masjid ini. 


Bulan Maret, anniversary mama papaku ke 36 dan kami merayakanya dengan doa bersama di tempat makan favorit di Mang Engking. 



Bulan April, kami memenuhi undangan ke Jakarta untuk menginap di Belleza Permata Hijau dan sekaligus kopdar seru dengan kakak Katerina yang tak lupa nitip ciloks djoedes yang enak banget rasanya. Momen ke Jakarta ini selalu menyenangkan untuk kami, karena bisa sekalian menengok adik Panda yang tinggal di Jakarta. 

Bukankah silaturahmi dunia nyata akan lebih terasa karena di sana ada pelukan dan bisa memegang raganya. Dan Panda sebagai kakak dan suami selalu punya cara untuk membuat kami semua menjadi akur dan merasa menjadi keluarga besar. Alhamdulillah. Semoga Tuhan yang akan menjaga silaturahmi kami akan terus akur dan saling mendoakan yang terbaik walaupun terpisah jarak. 



Bulan Mei, bulan Mei ini kedua mamaku berulang tahun. Ulang tahun mama kandung dan mama mertuaku hanya berbeda 5 hari, asik banget kan. Bulan Mei ini special selalu untuk kami berdua. Kebetulan bulan Mei ini adalah bulan Ramadhan, sehingga berusaha khusyuk ibadah untuk ransum 11 bulan berikutnya dan sekaligus memohon ampun untuk 11 bulan yang telah dilewati. 

Merayakan hari kemenangan dihari nan fitri nantinya. Kado untuk kedua mama tadinya liburan ke Pulau Bali, seperti kita pernah liburan seru ke Griya Persada, Lor In dan Singapore. Namun karena kesehatan mama kandung Manda yang belum pulih, akhirnya liburan pun terpisah. Mama minta di Puri Asri Magelang di hari kedua lebaran. Dan mama mertua dengan senang hati mau dikado liburan ke Bali. Yeaaayy! 


Percayalah, bahwa Alloh itu Maha Baik, Baik Banget malahan. Bagi seseorang yang mencapai titik sukses dengan mudah dalam hidupnya, mungkin segalanya terasa biasa. Namun, bagi kami berdua yang pernah mengalami banyak titik dimana ayunan harus diayun lebih tinggi, hikmah keMahaBesaranNya sungguh terasa menemani kami. Hikmah masih menjadi couple traveller memang selalu kami syukuri sampai hari ini. 


Di saat kedua orang tua kami sudah pensiun, rasanya belum ada tanggungan anak itu membuat kami bisa melayani kedua orang tua kami dengan riang gembira. Mengajak serta mereka dalam setiap senyuman bahagia kami. Karena kami sadar, bahwa usia lebih dari 30 saja sudah tidak sefit saat kami masih usia 25an. Dan terlebih kedua orang tua kami yang usianya sudah di atas 60 tahun. Allohu akbar, terima kasih ya Alloh untuk kesempatannya. Semoga kesehatan, panjang usia, kebahagiaan senantiasa dilimpahkan untuk keempatnya. Aaamiinnn. 



Bulan Juni, sesuai dengan request mama, kami menginap di hotel Puri Asri Magelang di hari kedua lebaran. Asyik, masih sepi. Dan memang, mama lebih suka jalan di awal hari lebaran, supaya jalanan belum ramai orang mau liburan. Kalau hari pertama, saya dan Panda sama-sama orang Jogja, makanya dari malam takbiran sampai hari H lebaran sudah fully booked hahahahaha. Menginap di hotel Puri Asri, seperti biasanya banyak banget yang bisa dinikmati. Menginap ketiga kalinya di sana, dan tetap saja, apik. 


Bulan Juli, yeaaaayyy! Bulan yang kami nantikan, karena bulan ini kami merayakan anniversary pernikahan yang ke-10 dan lebih senang lagi karena mama papa membersamai liburan kami di Pulau Bali. Alhamdulillaaaah, Pulau Bali selaluuuu sajaaaaaa membuat kami ingin kembali. Bahkan candaan kami, kalau pas dapat tiket promo, pengin ke Pulau Bali cuma sabtu pagi dan pulang ke Jogja minggu malam, hahahaha. 

Entahlah, Pulau Bali emang masih berhasil mengacak-acak perasaan untuk terus kembali ke Bali. Memang masih hitungan jari kami berdua ke Bali, tapi rasanya masih banyak objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Semoga berkesempatan mengunjungi Pura Lempuyang Luhur, aamiinnn. 


Agustus, Jakarta again! Kali ini karena ada sepupu yang menikah, namun papa menjadi wakil pengantin prianya sebagai kakak dari mamanya. Makanya kami berdua bersemangat untuk ikut berbahagia. Tadinya kami mau berempat ke Jakarta, tapi lagi-lagi tulisanNya yang akhirnya hanya kami bertiga yang berangkat, saya, Panda dan papa. Mama baru saja sakit dirawat di rumah sakit karena terdiagnosa diabetes melitus. Mohon doanya semoga keluarga kita semua selalu diberi kesehatan ya teman-teman. Aaamiinn. Jakarta again! Kali ini ada yang berbeda karena kami berputar-putar di Bintaro saja. Dan seperti biasa, papa selalu menyempatkan untuk nyekar ke makam eang kakung di TMP Kalibata. 


Tak terasa sudah September, cepat sekali ya waktu berlalu, sampai tulisan ini dituliskan, pilihan menjadi couple traveller sungguh membuat kami berdua merasa enjoy menghabiskan waktu sebagai hambaNya. Tak henti bersyukur atas semua rencanaNya, berterima kasih atas rejeki baik berupa kesehatan dan teman-teman yang baik. Alhamdulillaaaaah. Bulan ini kami diberi kepercayaan untuk mereview Rumah Mba Ayu dan Hotel Grand Karlita Purwokerto, betapa senangnya hatiku.

Yeaaaayy! Mari me-refresh segala hal yang terjadi di bulan atau minggu lalu, memulai awal minggu dengan semangat baru dan harapan baru. Semangat yaaaaa! Dari semua perjalanan Manda sampai bulan September ini, saya masih bingung yang mana yang termasuk momen terbaik ya. Hahahahaha. 

Baiklah, ada dua versi momen terbaik versi Manda Panda ya. Bagi Manda, kado ulang tahun Panda ke Lombok adalah momen terbaik di tahun 2018. Bagi Panda, perjalanan anniversary ke-10 di Pulau Bali lah yang menjadi momen terbaik di tahun 2018. 

Lepas dari itu semua, sebuah perjalanan tetaplah perjalanan. Dan tentunya tersimpan buanyak sekali kenanan yang terekam dalam bentuk foto atau video. Membawa kamera DSLR bukanlah pilihan yang hemat tenaga karena bawa barang bawaan saja sudah butuh trolly, ini malah nambah bawaan, hahaha. 



Oleh karenanya, era berganti, era smartphone merajai dunia simpan menyimpan foto atau video. 



So, apa smartphone impian kamu di 2018
  • Desain yang keren
  • Memiliki kamera yang diperkuat AI
  • Stora
  • ge 128 GB paling besar di kelas smartphone mid-end saat ini
  • Diperkuat dengan GPU Turbo untuk kemampuan gaming

Kebutuhan mendasar dari kamera smartphone yang dijawab oleh Huawei Nova 3i.


  • Teknologi AI yang membuat mampu menghasilkan gambar yang cerdas. Ketika cahaya sudah cukup, dia akan membuatnya tampak bagus ketika mode auto diaktifkan.
Ketika butuh cahaya, dia akan menambah cahaya dengan mengatur aperture secara otomatis. 
  

  • Keren ya! Huawei Nova 3i juga memiliki waktu charge yang singkat, dari kondisi baterai 32% pukul 6.00 dan lalu saya charge, di jam 7.30 kondisi baterai sudah 92%. Menurut saya pengisian daya seperti ini sudah cukup bagus. 
Tentunya setiap kondisi bisa berubah ya. Kadang kalua sayanya kesusu, ngecharge bisa jadi lama karena lupa nggak dicolokin. Tapi adakalanya ketika tidak kesusu alias santai, ngecharge bisa terasa cepat, hahaha. 
  • Storage HUAWEI Nova 3i yang bikin saya tercengang, memory bawaannya 128 Gb. Cihuyy banget kaaaan, bisa diajak kemana-mana ni smartphone Huawei Nova 3i. Bagi saya yang pernah mati gaya ketika kesulitan mengambil gambar/video karena lupa nggak ngecek sisa storage sebelum bepergian, memang hal yang melegakan dengan membawa storage internal 128 GB di Huawei Nova 3i. 



Nah, dari sudut pandang ketajaman gambar, waktu charging yang cepat dan storage internal yang nyusss, apakah teman-teman tertarik untuk meminang Huawei Nova 3i ini?



*Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway blognya Jiwo*

12 komentar:

  1. Tertarik banget Mandaaa.
    Itu bagaimana rasanya poto dengan smartphone Huawei Nova 3i yang resolusi kameranya besar sklagus RAM nya gede, duhhh banyak spek yng ga dimilikin smartphone lawasku ini hheee
    Smoga sehat selalu untuk orangtua manda dan panda yah
    selalu happy dengan senyuman khas manda panda hheee
    Terima kasih untuk Sharingnya yah Manda ^_^

    BalasHapus
  2. Wih... semua terdokumentasi dengan rapi.

    Dan ituh hasil foto huawei nova 3i-nya nampak bagus mb

    BalasHapus
  3. hmm.. nie couple gda matinya.. btw hrga nya brp an mba huawei, kbtulan aq lg cari2 hp nie

    BalasHapus
  4. Wah, suka liatnya manda. Selalu ada keluarga besar ya dalam momen-momen indah manda. Soal huawei Nova 3i mupeng jugaa

    BalasHapus
  5. Duh, kenapa poto-poto manda-panda selalu kece ya? Kameranya yang keren, atau yg moto, ataukah yang di foto?
    Tapi sepertinya 3 hal tersebut gabung deh jadi 3 in 1.

    Aku juga mupeng sama Huawei Nova 3i yang resolusi kameranya besar dengan RAM yg super gede ini.

    BalasHapus
  6. Momen momen di dalam hidup tuh emang sayang banget buat dilewatin gitu aja.

    BalasHapus
  7. lengkap amat moment2 nya.. mungkin lebih asyik dibikin part-part gitu, per bulan misalnya...

    BalasHapus
  8. Seriusan bikin mupeng Manda. Asik banget nih dimana mana bisa punya momen kenangan yang kalau dilihat kece semua yaaa....

    BalasHapus
  9. Entah kenapaa aku paling sukak manda pakai kebaya kuning nampak cerahhh ceriaaa manjaaah

    BalasHapus
  10. Aduh, Manda sama Panda ini #RelationshipGoals bangettt.
    Itu hasil jepretan Huawei juga #kameraGoals deh, bening :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat merayakan 10 tahun jadi pasangan halal. Langgeng selalu,

      Hapus
  11. Kak imas, kebaya kuning kombinasi ijonya, kenapa bkin orang makin syantiek, glowing dan cetar ala princes gt lah .. 😍 btw, momen sama keluarga bkin mupeng deh. Makasih kisahnya yaaa

    BalasHapus