IBX5835779F171C1

Kamis, 13 Juli 2017

Sate Klathak Kekinian di Nglathak

Nglathak Kekinian
Nglathak Kekinian di Nglathak

Jogja tidak hanya kaya akan tempat wisata alam dan budaya, namun juga kaya akan citarasa kuliner. Bermacam ragam kuliner yang ada di Jogja menambah keistimewaan kota ini. Menemukan tempat makan di Jogja tidaklah sulit, hampir setiap jalan ada tempat kuliner yang menarik. Mau mencari yang berkuah ada soto ayam, soto daging. Atau olahan ayam ada ayam goreng, ayam geprek, penyet. Atau olahan daging ada brongkos, bacem, steak, sate. Di Jogja kita bisa temukan kuliner yang enak tinggal kita bertanya pada orang yang tepat.

Tentang Jogja dan kulinernya yang sangat membuat saya enggan berpindah ke kota lain.

Salah satu yang dapat kita temui di jogja adalah Sate. Olahan sate disini di Jogja juga beraagam, ada sate ayam, sate kambing dan sate sapi. Kali ini, yang ingin saya bicarakan adalah olahan sate yang berbahan daging kambing. Olahan daging kambing ini sangat digemari hampir semua orang. Kalau bagi saya olehan daging kambing adalah salah satu favorit saya. Beberapa jenis olahan daging kambing favorit saya ada Sop kaki kambing, Sate, dan Tengkleng. Kalau sudah bertemu dengan makanan itu, nasi pasti ambil double.

Sate Klathak Mozarella

Sate kambing sendiri sudah menjadi menu yang biasa dan mudah ditemui di Jogja. Biasanya sate kambing di jogja disajikan dengan dibakar atau digoreng, kalau dibakar relatif lebih lama proses pembuatannya dibandingkan sate goreng. Namun citarasa aroma daging kambing yang tersentuh api dan arang, jauh lebih nikmat dibandingkan sate goreng. Sate yang dibakar sendiri ada beberapa metode, ada yang dibumbui terlebih dahulu adapula yang tidak tidak dibumbui. Tergantung preferensi penikmat sate apakah memilih sate yang diberi bumbu atau tidak.

Salah satu sate kambing di Jogja yang banyak dikenal oleh masyarakat adalah sate klathak. Jadi apakah yang membuat sate klathak ini berbeda dengan sate kambing yang ada di jogja? Asal muasal nama sate klathak pun bermacam versi, kalau saya tidak begitu memusingkan asal namanya yang jelas sate klathak ini memiliki ciri khas yang kuat sehingga melekat di benak pecinta kuliner. 

Sate klathak dibuat dengan bumbu yang minimalis, seperti yang banyak saya temui sate kambing biasanya sudah dibumbui minimal dengan bumbu kecap agar bau daging kambing dan rasanya enak. Namun sate klathak hanya menggunakan garam dan merica saja sudah dapat menciptakan rasa yang enak.


Sate klathak biasanya dibakar dengan jeruji besi roda sepeda. Alih alih menggunakan tusuk sate yang berasal dari bambu, sate klathak membuat jeruji roda sepeda salah satu alat identitas. Hingga orang mengenal sate yang dibakar dengan jeruji roda speda adalah sate klathak. 

Oleh karena itu biasanya dalam penyajiannya biasanya sate klathak hanya 2 atau 3 tusuk. Karena porsi sate dalam 1 jeruji yang sudah cukup banyak. Biasanya dalam penyajiannya sate klathak ditemani dengan kuah gule kambing.

Di Jogja sendiri ada beberapa tempat favorit untuk "nglathak", (istilah yang dipakai orang jogja untuk menunjukkan aktivitas makan sate klathak). Salah satu tempat yang biasa saya datangi buat nglathak ada di daerah caturtunggal depok sleman belakang percetakan Kanisius. Tempat makannya sendiri namanya "NGLATHAK" sudah pasti menu favoritnya adalah sate klathak.

Dengan tag line sate klathak kekinian, kedai ini tidak hanya menyajikan sate klathak biasa/original namun juga sate klathak yang diolah dengan rasa baru yang pasti menambah nikmat rasa nglathak. 


Kedai ini dibuka 2016 yang lalu dan menyasar pangsa pasar mahasiswa, sehingga  mengambil lokasi didaerah strategis yang dekat dengan mahasiswa. Namun jangan berpikir hanya mahasiswa yang bisa ke kedai ini, saya pun yang bukan mahasiswa saja nyaman disini. Salah satu yang menjadi andalan kedai Nglathak ini adalah sate klathak mozarella dan tengklengnya. 

Saya memesan dua menu tersebut karena penasaran apa perbedaan sate klathak mozarella ini dengan yang tradisional. Yang saya khawatirnya rasa keju mozarella akan merusak cita rasa sate ─Ělathak. 

Setelah menu datang dan saya cicipi,daging kambingnya empuk dan lembu,tidak ada aroma amis dan yang mengejutkan saya  ternyata rasa keju mozarella membuat suatu perpaduan unik yang membawa sate klathak ke rasa baru. Bahkan dimakan tanpa nasi pun tetap mengasikkan.


Tengkleng kambing di kedai ini juga mak nyuss, dengan kuahnya yang kental dan irisan cabe didalamnya menambah nikmat menyantap tengkleng kambing di kedai ini. Selain menu sate klathak mozarella dan tengkleng tadi, bagi penyuka nasi goreng, kedai ini juga menyediakan nasi goreng yang rasanya ajiib. 

Sebagai penyeka dahaga setelah menyantap hidangan tadi, saya memesan teh biru yang ternyata dibuat dari bunga telang. Dan yang unik jika teh ini diberi perasan jeruk maka akan berubah menjadi ungu.Kedai ini juga menyediakan yoghurt daun kelor yang memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai detox. 


Menurut informasi dari sang pemilik kedai, kedai ini memakai bahan baku yang berkualitas. Untuk daging kambingnya tidak memakai daging kambing muda namun memakai kambing yang sudah tidak produktif, namun dengan metode pengolahan yang tepat sehingga empuk dan enak. Bahan baku mozarella diambil dari bahan baku lokal sehingga membantu perekonomian warga lereng Merapi.

Nah, untuk yang penasaran mencicipi sensasi Nglathak Kekinian, bisa menuju ke kedai Nglathak yang berada di Gambir Karangasem Baru, Gang Seruni No.7. Caturtunggal, Depok, Sleman. Sebagai informasi, bahwa Nglathak di hari Jumat libur, sehingga teman-teman bisa menikmatinya di hari Sabtu atau Minggu bersama keluarga di liburan keluarga.

Nglathak
Instagram : @nglathak
FanPage : @nglathak
CP. 0856-785-521

Tidak ada komentar:

Posting Komentar