IBX5835779F171C1

Selasa, 16 Agustus 2016

Curhatan Suami Tentang Cucian Baju

"Kali ini mendapati baju kerja kesayangan warnanya berubah."


Tulisan berikut ini adalah curhatan panda yang ditujukan ke manda, entah sejak menikah dan ternyata masih sering disampaikan sampai sekarang. Manda tuliskan di blog ini agar bisa menjadi perhatian ibu-ibu bahwa suami kita ternyata seperti anak-anak kalau baju kesayangannya kita warnai (baca : kelunturan).

Ide menuliskan curhatan panda ini berawal pagi ini melihat tumpukan cucian baju selepas kita bepergian kemarin. Tiba-tiba panda berceletuk, "ada baju panda warna putih lho manda." Semacam kode yang diberikan bahwa panda tidak ingin baju kesayangannya, lagi-lagi, dialih warna oleh manda. Ya, begitulah saya, perempuan yang kadang-kadang percaya saja dengan penjaga toko yang menyampaikan, "ini tidak luntur." Ternyata oh ternyata, berkali-kali juga baju kerja warna putih menjadi korban. 

Kesalahannya adalah tidak memisah baju berwarna dengan baju warna putih. 


Sebagai wanita, kalau tidak ngeles rasanya kurang gimana gitu, baju panda hanya 4 biji setiap minggunya. Kalau saya mencuci dengan menggunakan mesin, biasanya saya campur dengan pakaian dalam, sesekali ada hijab yang ikut bersamanya. Karena cucian baju kerja panda, pakaian dalam dan hijab masuk ke kategori jenis bahan yang tidak butuh panas ketika mencuci dan tidak butuh di spin maksimal saat proses mengeringkan. Jadilah, saya barengkan hijab dan pakaian kerja waktu itu, aw aw aw, ternyata hijab warna yang baru saya cuci luntur, dan jadilah baju kerja berwarna putih itu beralih warna menjadi putih samar pelangi. Ada penyesalan pastinya, tapi sudah meminta maaf dan segera melenyapkan baju tersebut.

Lho, kok dilenyapkan? Memang tidak bisa dicuci atau direndam dengan pemutih? Tentunya, sudah saya lakukan dan gagal.

Nah, dari curhatan tentang pakaian yang luntur itulah, manda kemudian mencari formula mencuci baju yang pas. Untuk pakaian yang luntur, saya cuci dengan mengunakan tangan dan terpisah dengan yang lainnya. Beres deh urusan cuci mencuci yang kadang bisa malah nombok daripada beli detergennya. 

Lalu, apakah panda pernah curhat tentang baju batik? Bagaimana manda mencuci baju batik yang panda pakai setiap hari Jumat?

Untuk urusan perbatikan, kami tidak menggunakan detergen saat mencuci. Kami beli kerak di toko batik dan merendamnya dengan lerak saja. Cukup di rendam dan kucek sedikit, lalu dikeringkan. 

Kecelakaan kecl (baca : kelunturan) saat mencuci pakaian sangat wajar terjadi. Bahkan sampai tulisan ini ditulis, kejadian itu juga terjadi antar pakaian berwarna. Terutama untuk baju berwarna mencolok, makanya setiap ada baju baru yang mau dicuci, manda selalu merendamnya dengan air untuk mengetahui apakah baju tersebut luntur atau tidak.

Apakah ada curhatan lain selain kelunturan yang mau disampaikan? Tulis di komentar ya!

2 komentar:

  1. yang sering itu kelunturan, suka tertipu, ah ini agk luntur eh malah luntur, malah yg dicurigai luntur dan dipisah ternyata gak luntur, kan kesel ya

    BalasHapus
  2. Sama dong. Aku juga sering tes dulu dengan air sebelum dicuci and it works!
    Kalau nyuci aku gunakan sampai 4 ember. Hahaha... buat pisah2 cucian, karena aku gunakan kombinasi mesin+tangan.
    Hmmm... kata Yasmin, putriku... wow mantap nih bisepnya bunda, kayak Rambo, sambil mengusap-usap. Hahaha..

    BalasHapus