IBX5835779F171C1

Rabu, 18 Mei 2016

Menikmati Malam di Angkringan TOBAT

Malam ini, sepulang dari kantor tiba-tiba saya ingin merasakan makan malam yang sedikit berbeda. Biasanya saya menanyakan ke manda, menu masakan apa yang sudah dimasak manda. Tapi malam ini saya mengajak manda untuk nostalgia makan malam zaman kuliah. Bukan makan di restoran cepat saji maupun restoran romantic, namun di ANGKRINGAN,

Yup..angkringan yang mungkin biasa disebut dengan “sego kucing” atau ada yang mengenal dengan cafĂ© tiga ceret. Angkringan yang dulunya saat saya masih duduk dibangku SMU adalah tempat makan malam hari untuk kalangan yang minim uang. Saat ini sudah menjelma menjadi salah satu dalam daftar menu kuliner yang harus di cicip ketika berada di Yogyakarta.

angkringan TOBAT



Saat ini keberadaan Angkringan di Yogyakarta seperti halnya Tugu dan Gudeg, sangat merepresentasikan kata Yogyakarta. Mungkin dulu kalangan menengah atas sedikit sungkan atau malu bahkan gengsi kalau mencicipi kudapan di Angkringan. Namun sekarang angkringan sudah “Naik Kelas”. Pengusaha-pengusaha muda menangkap romantisme angkringan di Jogja dan mengemasnya menjadi angkringan yang berkelas dan menjadi tempat hang out (kongkow) bagi mahasiswa maupun masyarakat umum segala kalangan.
 
Kali ini saya mengajak istri saya di Angkringan yang dekat rumah, angkringan yang jelas tidak hanya memakai kain terpal saja. Angkringan yang memberikan suasana nyaman namun tidak menghilangkan suasana romansa malam. Angkringan TOBAT, ya..Angkringan TOBAT nama yang unik. Saya ajak istri saya kesana karena tempatnya yang tak jauh dari rumah.


Di Angkringan TOBAT ini yang katanya tertulis berdiri sejak mendapat Hidayah memiliki banyak menu. Menu standard dan wajib ada di semua angkringan adalah nasi oseng tempe, nasi sambel teri dan lauk. Kenapa wajib? Karena dari jaman dahulu namanya sego kucing menu utamanya adalah nasi oseng temped an nasi oseng teri, yang mendampingi adalah sate usus atau kulit bisa juga ceker atau kepala ayam. Hanya menu sederhana seperti itu, namun rasanya JUARA.

Saya pribadi kalau menilai enak tidaknya suatu Angkringan saya rasakan dari menu wajibnya, jika menu wajibnya maknyuss maka angkringan tersebut menjadi pilihan saya. Di Angringan TOBAT ini lidah saya merasakan sensasi yang sama dengan saat saya “ngangkring” waktu kuliah. Rasanya yang dapat mengembalikan romantisme masa kuliah membuat saya menambah porsi lagi.

Selain menu wajib yang ada, di Angkringan TOBAT ini juga ada banyak menu. Untuk menu nasi ada nasi bakar, nasi goring, nasi orak-arik, nasi bandeng. Sedangkan untuk pendamping nasi ada gorengan, sate kerang, sate telor, sate jamur. Dan yang special disini kita bisa meminta untuk dibakar pedas atau manis. Pas dengan selesar saya untuk bakar manis.
Angkringan TOBAT

Yang tak kalah menggiurkan adalah deretan minumannya yang mantab, sebut saja wedang secang, wedang jahe, kopi. Saya sendiri memilih susu jahe yang menambah hangatnya badan menikmati malam ini. Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 10 malam, sudah 3 jam sejak saya dating di angkringan TOBAT ini. Tak terasa lama karena suasana angkringan TOBAT yang nyaman dan dilengkapi TV, music dan yang pasti WIFI. Akhirnya saya mengajak pulang istri saya dengan senyuman manis.

Angkringan TOBAT
follow @angkringantobat
Address: Jl. Sukoharjo RT01/RW08, Sanggrahan, Condongcatur, Depok, Kec. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Booking Telp : 081-804-150-031
Hours: Open today · 5PM–12AM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar