IBX5835779F171C1

Minggu, 04 Oktober 2015

Mengubah Setting Aperture di Canon 550D



Bagaimana cara kita mengatur setting Aperture di kamera Canon 550D? 


Kali ini saya akan menceritakan bagaimana cara setting Aperture di kamera Canon 550D. Sebelum melakukan perubahan setting, setidaknya kita mengenal dulu tombol-tombol pada kamera yang akan kita gunakan. Pentingnya mengenal tombol-tombol ini agar perubahan setting yang kita lakukan bisa lebih cepat. 

Mengenal Tombol Canon 550D

Setidaknya ada 4 tombol yang akan digunakan dalam perubahan setting ini, yaitu :

Sabtu, 03 Oktober 2015

Food Photography in Malioboro Coffee Shop, Inna Garuda Hotel Yogyakarta



Tulisan saya sebelumnya tentang hotel Inna Garuda yang mengambil beberapa spot di dalam kamar yang mewakili suasana kamarnya. Di tulisan saya kali ini, saya akan berbagi cerita tentang aktivitas wajib dan tidak boleh dilewatkan ketika menginap di hotel, yaitu : breakfast. Walaupun pada saat sarapan saya tidak bisa makan banyak, namun banyaknya pilihan menu breakfast di hotel membuat kadang sedikit khilaf. Breakfast di hotel Inna Garuda sama dengan hotel-hotel pada umumnya, mulai jam 6 sampai 10 pagi. Selama perjalanan wisata kuliner, yang menjadi daya tarik breakfast di hotel adalah beragamnya menu yang disajikan, dan apakah keseluruhan menu tersebut dapat memuaskan indera pencecap kita.

Untuk ulasan kali ini, foto-foto saya ambil dengan lensa kamera canon EF 50 mm. 

Karena foto yang diambil berada di dalam ruangan dengan pencahayaan dibawah cukup, maka Aperture saya set diangka F2.5. Hasilnya menurut saya cukup bagus dengan focus yang tepat dan efek blur di sekitar focus membuat gambar menjadi menarik.

Efek Focus dan Blur

Berbicara tentang menu breakfast ala hotel, ada beberapa jenis menu breakfast yang disediakan. Penyajian ragam menu breakfast tergantung segmen pasar hotel tersebut dan level hotel tersebut (ini opini pribadi ya).

Menu American breakfast ini biasanya terdiri dari kopi, teh, susu dan jus sebagai minumannya. Kita juga akan menemukan fresh fruit dan vegetable salad dengan bermacam saus salad seperti : mayonnaise, thousand Island, dan cream cheese. Sereal juga akan kita temukan untuk mereka yang senang mengawali hari dengan sereal plus susu dingin. Nah sebagai hidangan utamanya akan tersedia roti (bread), selai (jam), marmalade, butter, dengan disediakan wafel atau pancake. Untuk asupan protein tersedia sosis, bacon, ham yang tampak juicy, dan yang tak terlupakan omelette.

Cereal

Menu berikutnya adalah English Breakfast, line up menu ini lebih simple dibandingkan American breakfast. Kopi, teh dan jus mewakili beverages masih selalu hadir. Dalam menu ini kita akan menemukan fresh fruit dan vegetable salad untuk kebutuhan serat. Sebagai main coursenya biasanya roti, telor dan daging atau ikan akan tersedia.

Fresh Salad

Fresh Fruit
 
Berikutnya adalah Continental breakfast adalah menu sarapan dengan line up paling simple dibandingkan dua menu sebelumnya. Buah segar dan salad masih ada dalam daftar menu ini, untuk minuman masih diwakili oleh kopi, teh dan jus segar. Untuk pengganjal perut hanya tersedia sereal dan roti (bread) plus selai (jam), marmalade atau butter.

Aneka Roti Manis
 
Selain ketiga jenis breakfast tersebut masih ada Oriental dan Japanese corner yang menyediakan hidangan ala Tiongkok dan Jepang. Tak ketinggalan karena kita ada di Indonesia biasanya ada menu lokal seperti mie goreng dan nasi goreng, atau hidangan lokal dimana kita bermalam. Misalkan di Jogja ada Gudeg, Pekalongan ada nasi megono, Semarang ada soto semarang dan sebagainya.

Gudeg

Nah di Malioboro Coffee Shop sebagai tempat sarapan kami saat menginap di hotel garuda ini, menu breakfast disediakan cukup beragam. Saya dapat menemukan fresh fruit dan fresh vegetable dipadukan dengan saus salad jika menginginkannya. Tidak hanya fresh vegetable namun juga daging ham. 

Fresh Fruit


Pagi ini disediakan pula makanan pembuka jajanan pasar berupa aneka jenang di salah satu corner tradisionalnya.

Aneka Jenang


Untuk menu beverages disediakan kopi, teh, jus buah segar (masih ada seratnya), susu dan minuman spesial : jamu gendong karena berada di Jogja. Minuman jamu gendongnya diwakili oleh kunyit asem, beras kencur dan gula asem. Jika rekan –rekan yang menyenangi sereal maka di sini juga disediakan sereal plus susu. Ada dua pilihan susunya mau yang putih atau cokelat. Pilihan rotinya pun beragam, mulai yang gurih sampai yang manis. Karena saya orang Indonesia, belum kenyang rasanya kalau tidak makan nasi, oleh karenanya makan roti saya anggap sebagai kudapan saja. Kudapan tradisional Jogja adalah corner Gorengan yang menyediakan tempe goreng, pisang goreng, tahu goreng dan semua bahan yang bisa di goreng dengan tepung.

Aneka Gorengan
 
Lalu di egg corner, chef yang bertugas akan segera membuatkan pesanan kita dengan pilihan : mau order omelette, telor mata sapi atau telor dadar saja.Egg corner di sini berdekatan dengan pancake corner plus sosis, sehingga chefnya merangkap membuat pancake dan goreng sosis juga. Dan kalau sedang banyak yang memesan kadang jadi agak gosong/sangat matang/over cook.

Omelette

Pancake

Bergeser sedikit dari pancake corner ada sajian khas lokal disini. Sajian lokalnya tentu saja Gudeg basah, lengkap dengan ayam, telor dan krecek pedasnya. Selain gudeg sebagai sayurannya dipilih pecel. Wah pagi-pagi makan pecel dan gudeg ( jogja banget).



Di bagian makanan beratnya dapat dijumpai menu lokal lainnya yaitu nasi goreng dan mie goreng. Disebelahnya saya temui kentang panggang dan ayam.

Main Course

Selain main course ini ada beberapa corner yang cukup menarik yaitu porridge (bubur)  corner , menurut manda rasa bubur ayam di sini enak. Keponakan kami Rafisqy pun lahap dan menghabiskan semangkuk bubur ayam ala Malioboro Coffee Shop di hotel Inna Garuda ini.

Bubur Ayam

Kemudian ada soup corner yang menyediakan sup ayam dan sup Tom Yum. Karena saya penyuka Tom Yum maka saya mengambil sup tom yum, rasa kuahnya cukup enak cuma isi sopnya yang lengkap.

Tom Yam