IBX5835779F171C1

Kamis, 24 September 2015

First Post, Photography : Mengenal Aperture


Ini adalah tulisan pertama saya di luar kegiatan sehari-hari saya (bekerja). Tulisan pertama di blog ini, saya ingin menuliskan catatan dalam memulai belajar fotografi. Tadinya, kegiatan mengabadikan moment melalui foto bukanlah hobi saya. Selama ini kegiatan foto-memfoto, selfie dan wefie, lebih sering diambil oleh manda. Jalan-jalan kita dan beberapa fotografi ala manda sudah memenuhi blognya di www.tamasyaku.com. Baru mulai akhir Agustus kemarin ada keingintahuan yang cukup besar untuk mengenal fotografi lebih mendalam. Alasannya adalah melihat hasil foto manda yang semakin bagus dan kreatifitasnya tanpa batas. 

Ternyata dunia fotografi itu sangat menarik dan sangat luas. Berselancar di internet, browsing web fotografi dan memantengi Youtube mengenai fotografi membuat saya seperti cangkir mendapat curahan air segentong. Agar tidak meluber saya mulai mencari pelajaran dasar fotografi. 

Ada 4 pelajaran dasar fotografi, yaitu :
  • mengenal Aperture
  • mengenal Shutter Speed  
  • mengenal ISO dan 
  • mengenal Exposure
Jadi blog ini adalah blog yang berisi catatan saya belajar fotografi secara otodidak , berguru pada mpu jagad maya, bertanya kepada mbah Gugel dan menyimak Nyai Yu Tub. Dan semoga hasil yang saya peroleh cukup memuaskan meski tidak mendekati Cum Laude.
Oke memulai petualangan saya, yang pertama saya harus mengenal Aperture.

Apa itu aperture?


Aperture adalah bukaan diafragma yang ada dalam lensa fotografi. Diafragma sendiri memiliki fungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke kamera, nah Aperture adalah ukuran besar kecilnya bukaan yang mengatur jumlah cahaya yang boleh masuk tersebut.

Mudahnya membayangkan Aperture adalah dengan membayangkan Jendela.


Jika jendela ditutup maka ruangan menjadi gelap, jika jendela dibuka sedikit demi sedikit maka cahaya mulai masuk dan membuat ruangan semakin terang. Jadi Aperture itu adalah jendela tersebut, banyak sedikitnya cahaya yang masuk ditentukan seberapa besar kita membuka jendela. Nah berikut contohnya gambar yang diambil menggunakan Aperture yang berbeda.
Gambar pertama diambil dengan tingkat Aperture rendah F2.
 
Aperture F2

Gambar kedua diambil dengan tingkat Aperture lebih tinggi F4

Aperture F4
 
F2 dan F4 apa itu? Balap Formula selain F1 atau ukuran kertas Folio?
F2 dan F4 adalah ukuran dalam Aperture. Ketika kita mengubah Aperture kita membuka jendela semakin lebar atau semakin sempit, nah jika kita ingin banyak cahaya yang masuk ( jendela kita buka lebar) maka ukurannya F kecil (1.8,2.0,2.2). Semakin besar ukuran F maka semakin sempit kita membuka jendela. Lihat gambar pertama dan bandingkan dengan gambar kedua, maka gambar pertama lebih terang dari gambar kedua. Gambar pertama diambil dengan Aperture F2 sedangkan gambar kedua dengan Aperture F4. Nah sekarang sudah jelas mengenai Aperture, kita bisa bereksperimen dengan mengubah ubah Aperture hingga mendapatkan kualitas gambar yang kita inginkan

Selamat Mencoba!

6 komentar:

  1. yeaayy akhrinyaaa.. welcome to blogger world ya nda.. semoga istiqomah dan bermanfaat.. sharing sharing sharing dan sharing... *_*

    BalasHapus
  2. Makasih pencerahannya, mas Elton. Suka dengan analoginya yang mengumpamakan apperture sebagai jendela...
    Ditunggu tulisan selanjutnya yaaaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama mbak Dee..saling menginspirasi ya mbak...salam untuk Mas Anang..

      Hapus
    2. Siap mas :)
      Salam juga buat mbak Ima... hehehe pasti langsung dibaca sendiri ama orangnya ya :D

      Hapus
    3. diterima salamnyaaaa... <3 <3 <3

      Hapus
  3. Selamat datang di dunia blogging mas. Artikel perdananya langsung menarik perhatian. Merasa senang akhirnya ada teman blogger yang saya kenal yang akan berbagi tentang duni fotografi. Jadi nambah ilmu :)

    BalasHapus