IBX5835779F171C1

Jumat, 25 September 2015

Inna Garuda dari Lensa Canon EF 50mm 1:1.8



Kali ini saya akan menuliskan pengalaman saya bermain dengan kamera. Tapi kali ini saya mengambil gambar secara bebas tanpa mempraktekkan pelajaran fotografi, ilmunya saja baru satu Aperture. Saya akan menceritakan kegiatan panda-manda pada 19 September 2015 kemarin.

19 September selalu menjadi hari yang special buat kami, karena pada tanggal ini kami menjadi sepasang kekasih sejak SMU. Yup, sejak masih berseragam abu-abu putih. So, tanggal 19 September 2015 kemarin, kami merayakan special day tersebut dengan menginap di salah satu hotel tertua di Yogyakarta. Hotel tersebut adalah Hotel Inna Garuda.

Model Cantik Untuk Efek Blur

Flash back sebentar mengenai hotel yang memiliki sejarah panjang di kota gudeg ini.

Hotel Garuda ini sudah mulai dibangun sejak 1908 dengan nama "Grand Hotel de Djokdja", hotel yang hanya diperuntukkan tamu-tamu Belanda. Dalam perjalanannya hotel ini sudah beberapa kali berganti nama, Hotel Asahi pada masa pendudukan Jepang dan menjadi Hotel Merdeka setelah Proklamasi kemerdekaan. Nah dengan sejarah panjang Hotel Inna Garuda, dapat dikatakan selain sebagai penginapan, hotel Inna Garuda ini juga dapat dikatakan sebagai cagar budaya. 

 

Hotel Inna Garuda

Bagi saya sendiri, hotel Inna Garuda ini adalah hotel yang megah pada saat saya kecil. Ketika saya pergi ke Malioboro selalu melewati hotel ini, dan sedikit terbersit bagaimana rasanya menginap di hotel yang besar dekat dengan pusat keramaian. Akhirnya kesampaian juga, walaupun berapa puluh tahun kemudian, dan sudah muncul competitor hotel-hotel yang lebih modern dan mewah.

Lampu Gantung yang Antik

Inna Garuda

Dan ini adalah suasana kamar hotel kami, kamera yang saya gunakan adalah Canon 550D dengan lensa kamera  50mm 1:1.8. Lensa kamera ini bukan yang biasanya saya pakai, karena lensa yang biasanya kami pakai baru masuk service center untuk dibersihakn dari jamur. Karena biasanya pakai lensa yang wide, memakai lensa cadangan ini harus adaptasi lagi. Namun hasil fotonya cukup menarik apalagi untuk jarak dekat.

Bathroom Kit
 
Cangkir

Kalau teman-teman membaca review tentang lensa kamera ini, memang ada plus minusnya . Meskipun ada kekurangan dari lensa ini, jika kita dapat memaksimalkan kelebihannya maka kita dapat menemukan Cool Capture yang memuaskan. 

Dan beberapa reviewer mengatakan dengan lensa ini bisa mendapatkan efek Bokeh yang cool. Can’t wait to try Bokeh effect with this!

Tunggu cerita selanjutnya masih di Hotel Garuda, Malioboro, Yogyakarta.

Kamis, 24 September 2015

First Post, Photography : Mengenal Aperture


Ini adalah tulisan pertama saya di luar kegiatan sehari-hari saya (bekerja). Tulisan pertama di blog ini, saya ingin menuliskan catatan dalam memulai belajar fotografi. Tadinya, kegiatan mengabadikan moment melalui foto bukanlah hobi saya. Selama ini kegiatan foto-memfoto, selfie dan wefie, lebih sering diambil oleh manda. Jalan-jalan kita dan beberapa fotografi ala manda sudah memenuhi blognya di www.tamasyaku.com. Baru mulai akhir Agustus kemarin ada keingintahuan yang cukup besar untuk mengenal fotografi lebih mendalam. Alasannya adalah melihat hasil foto manda yang semakin bagus dan kreatifitasnya tanpa batas. 

Ternyata dunia fotografi itu sangat menarik dan sangat luas. Berselancar di internet, browsing web fotografi dan memantengi Youtube mengenai fotografi membuat saya seperti cangkir mendapat curahan air segentong. Agar tidak meluber saya mulai mencari pelajaran dasar fotografi. 

Ada 4 pelajaran dasar fotografi, yaitu :
  • mengenal Aperture
  • mengenal Shutter Speed  
  • mengenal ISO dan 
  • mengenal Exposure
Jadi blog ini adalah blog yang berisi catatan saya belajar fotografi secara otodidak , berguru pada mpu jagad maya, bertanya kepada mbah Gugel dan menyimak Nyai Yu Tub. Dan semoga hasil yang saya peroleh cukup memuaskan meski tidak mendekati Cum Laude.
Oke memulai petualangan saya, yang pertama saya harus mengenal Aperture.

Apa itu aperture?


Aperture adalah bukaan diafragma yang ada dalam lensa fotografi. Diafragma sendiri memiliki fungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke kamera, nah Aperture adalah ukuran besar kecilnya bukaan yang mengatur jumlah cahaya yang boleh masuk tersebut.

Mudahnya membayangkan Aperture adalah dengan membayangkan Jendela.


Jika jendela ditutup maka ruangan menjadi gelap, jika jendela dibuka sedikit demi sedikit maka cahaya mulai masuk dan membuat ruangan semakin terang. Jadi Aperture itu adalah jendela tersebut, banyak sedikitnya cahaya yang masuk ditentukan seberapa besar kita membuka jendela. Nah berikut contohnya gambar yang diambil menggunakan Aperture yang berbeda.
Gambar pertama diambil dengan tingkat Aperture rendah F2.
 
Aperture F2

Gambar kedua diambil dengan tingkat Aperture lebih tinggi F4

Aperture F4
 
F2 dan F4 apa itu? Balap Formula selain F1 atau ukuran kertas Folio?
F2 dan F4 adalah ukuran dalam Aperture. Ketika kita mengubah Aperture kita membuka jendela semakin lebar atau semakin sempit, nah jika kita ingin banyak cahaya yang masuk ( jendela kita buka lebar) maka ukurannya F kecil (1.8,2.0,2.2). Semakin besar ukuran F maka semakin sempit kita membuka jendela. Lihat gambar pertama dan bandingkan dengan gambar kedua, maka gambar pertama lebih terang dari gambar kedua. Gambar pertama diambil dengan Aperture F2 sedangkan gambar kedua dengan Aperture F4. Nah sekarang sudah jelas mengenai Aperture, kita bisa bereksperimen dengan mengubah ubah Aperture hingga mendapatkan kualitas gambar yang kita inginkan

Selamat Mencoba!