IBX5835779F171C1

Rabu, 30 Desember 2015

The Golden Sunrise At Sikunir



Hujan gerimis menyambut kedatangan saya di desa tertinggi di Pulau Jawa. Desa Sembungan di dataran tinggi Dieng memiliki predikat desa tertinggi se Pulau Jawa, karena terletak di ketinggian 2.306 mdpl. Dinginnya hawa desa tersebut seketika meneguhkan ketinggiannya, saya lihat pengukur suhu dimobil mencatatkan 15 derajat celcius. Kesejukan yang jarang saya peroleh di Yogyakarta.
Sikunir, Sembungan Village, Desa Sembungan, Desa Tertinggi di Jawa,Desa Tertinggi di Pulau Jawa,Puncak Sikunir, Golden Sunrise,matahari terbit,puncak sikunir
Sembungan Village/Desa Sembungan

Akhirnya saya tiba di penginapan yang menghadap ke bukit Sikunir dan Telaga Cebong pukul 3 sore. Suasana dingin setelah turun hujan menambah dramatis saat memandang danau Cebong berlatar bukit Sikunir dari kaca jendela kamar saya. Akhirnya saya merebahkan tubuh dikasur setelah menempuh perjalanan panjang dari jogja, sembari menatap bukit Sikunir yang sedikit demi sedikit mulai bersembunyi dibalik kabut.  

Minggu, 04 Oktober 2015

Mengubah Setting Aperture di Canon 550D



Bagaimana cara kita mengatur setting Aperture di kamera Canon 550D? 


Kali ini saya akan menceritakan bagaimana cara setting Aperture di kamera Canon 550D. Sebelum melakukan perubahan setting, setidaknya kita mengenal dulu tombol-tombol pada kamera yang akan kita gunakan. Pentingnya mengenal tombol-tombol ini agar perubahan setting yang kita lakukan bisa lebih cepat. 

Mengenal Tombol Canon 550D

Setidaknya ada 4 tombol yang akan digunakan dalam perubahan setting ini, yaitu :

Sabtu, 03 Oktober 2015

Food Photography in Malioboro Coffee Shop, Inna Garuda Hotel Yogyakarta



Tulisan saya sebelumnya tentang hotel Inna Garuda yang mengambil beberapa spot di dalam kamar yang mewakili suasana kamarnya. Di tulisan saya kali ini, saya akan berbagi cerita tentang aktivitas wajib dan tidak boleh dilewatkan ketika menginap di hotel, yaitu : breakfast. Walaupun pada saat sarapan saya tidak bisa makan banyak, namun banyaknya pilihan menu breakfast di hotel membuat kadang sedikit khilaf. Breakfast di hotel Inna Garuda sama dengan hotel-hotel pada umumnya, mulai jam 6 sampai 10 pagi. Selama perjalanan wisata kuliner, yang menjadi daya tarik breakfast di hotel adalah beragamnya menu yang disajikan, dan apakah keseluruhan menu tersebut dapat memuaskan indera pencecap kita.

Untuk ulasan kali ini, foto-foto saya ambil dengan lensa kamera canon EF 50 mm. 

Karena foto yang diambil berada di dalam ruangan dengan pencahayaan dibawah cukup, maka Aperture saya set diangka F2.5. Hasilnya menurut saya cukup bagus dengan focus yang tepat dan efek blur di sekitar focus membuat gambar menjadi menarik.

Efek Focus dan Blur

Berbicara tentang menu breakfast ala hotel, ada beberapa jenis menu breakfast yang disediakan. Penyajian ragam menu breakfast tergantung segmen pasar hotel tersebut dan level hotel tersebut (ini opini pribadi ya).

Menu American breakfast ini biasanya terdiri dari kopi, teh, susu dan jus sebagai minumannya. Kita juga akan menemukan fresh fruit dan vegetable salad dengan bermacam saus salad seperti : mayonnaise, thousand Island, dan cream cheese. Sereal juga akan kita temukan untuk mereka yang senang mengawali hari dengan sereal plus susu dingin. Nah sebagai hidangan utamanya akan tersedia roti (bread), selai (jam), marmalade, butter, dengan disediakan wafel atau pancake. Untuk asupan protein tersedia sosis, bacon, ham yang tampak juicy, dan yang tak terlupakan omelette.

Cereal

Menu berikutnya adalah English Breakfast, line up menu ini lebih simple dibandingkan American breakfast. Kopi, teh dan jus mewakili beverages masih selalu hadir. Dalam menu ini kita akan menemukan fresh fruit dan vegetable salad untuk kebutuhan serat. Sebagai main coursenya biasanya roti, telor dan daging atau ikan akan tersedia.

Fresh Salad

Fresh Fruit
 
Berikutnya adalah Continental breakfast adalah menu sarapan dengan line up paling simple dibandingkan dua menu sebelumnya. Buah segar dan salad masih ada dalam daftar menu ini, untuk minuman masih diwakili oleh kopi, teh dan jus segar. Untuk pengganjal perut hanya tersedia sereal dan roti (bread) plus selai (jam), marmalade atau butter.

Aneka Roti Manis
 
Selain ketiga jenis breakfast tersebut masih ada Oriental dan Japanese corner yang menyediakan hidangan ala Tiongkok dan Jepang. Tak ketinggalan karena kita ada di Indonesia biasanya ada menu lokal seperti mie goreng dan nasi goreng, atau hidangan lokal dimana kita bermalam. Misalkan di Jogja ada Gudeg, Pekalongan ada nasi megono, Semarang ada soto semarang dan sebagainya.

Gudeg

Nah di Malioboro Coffee Shop sebagai tempat sarapan kami saat menginap di hotel garuda ini, menu breakfast disediakan cukup beragam. Saya dapat menemukan fresh fruit dan fresh vegetable dipadukan dengan saus salad jika menginginkannya. Tidak hanya fresh vegetable namun juga daging ham. 

Fresh Fruit


Pagi ini disediakan pula makanan pembuka jajanan pasar berupa aneka jenang di salah satu corner tradisionalnya.

Aneka Jenang


Untuk menu beverages disediakan kopi, teh, jus buah segar (masih ada seratnya), susu dan minuman spesial : jamu gendong karena berada di Jogja. Minuman jamu gendongnya diwakili oleh kunyit asem, beras kencur dan gula asem. Jika rekan –rekan yang menyenangi sereal maka di sini juga disediakan sereal plus susu. Ada dua pilihan susunya mau yang putih atau cokelat. Pilihan rotinya pun beragam, mulai yang gurih sampai yang manis. Karena saya orang Indonesia, belum kenyang rasanya kalau tidak makan nasi, oleh karenanya makan roti saya anggap sebagai kudapan saja. Kudapan tradisional Jogja adalah corner Gorengan yang menyediakan tempe goreng, pisang goreng, tahu goreng dan semua bahan yang bisa di goreng dengan tepung.

Aneka Gorengan
 
Lalu di egg corner, chef yang bertugas akan segera membuatkan pesanan kita dengan pilihan : mau order omelette, telor mata sapi atau telor dadar saja.Egg corner di sini berdekatan dengan pancake corner plus sosis, sehingga chefnya merangkap membuat pancake dan goreng sosis juga. Dan kalau sedang banyak yang memesan kadang jadi agak gosong/sangat matang/over cook.

Omelette

Pancake

Bergeser sedikit dari pancake corner ada sajian khas lokal disini. Sajian lokalnya tentu saja Gudeg basah, lengkap dengan ayam, telor dan krecek pedasnya. Selain gudeg sebagai sayurannya dipilih pecel. Wah pagi-pagi makan pecel dan gudeg ( jogja banget).



Di bagian makanan beratnya dapat dijumpai menu lokal lainnya yaitu nasi goreng dan mie goreng. Disebelahnya saya temui kentang panggang dan ayam.

Main Course

Selain main course ini ada beberapa corner yang cukup menarik yaitu porridge (bubur)  corner , menurut manda rasa bubur ayam di sini enak. Keponakan kami Rafisqy pun lahap dan menghabiskan semangkuk bubur ayam ala Malioboro Coffee Shop di hotel Inna Garuda ini.

Bubur Ayam

Kemudian ada soup corner yang menyediakan sup ayam dan sup Tom Yum. Karena saya penyuka Tom Yum maka saya mengambil sup tom yum, rasa kuahnya cukup enak cuma isi sopnya yang lengkap.

Tom Yam

Jumat, 25 September 2015

Inna Garuda dari Lensa Canon EF 50mm 1:1.8



Kali ini saya akan menuliskan pengalaman saya bermain dengan kamera. Tapi kali ini saya mengambil gambar secara bebas tanpa mempraktekkan pelajaran fotografi, ilmunya saja baru satu Aperture. Saya akan menceritakan kegiatan panda-manda pada 19 September 2015 kemarin.

19 September selalu menjadi hari yang special buat kami, karena pada tanggal ini kami menjadi sepasang kekasih sejak SMU. Yup, sejak masih berseragam abu-abu putih. So, tanggal 19 September 2015 kemarin, kami merayakan special day tersebut dengan menginap di salah satu hotel tertua di Yogyakarta. Hotel tersebut adalah Hotel Inna Garuda.

Model Cantik Untuk Efek Blur

Flash back sebentar mengenai hotel yang memiliki sejarah panjang di kota gudeg ini.

Hotel Garuda ini sudah mulai dibangun sejak 1908 dengan nama "Grand Hotel de Djokdja", hotel yang hanya diperuntukkan tamu-tamu Belanda. Dalam perjalanannya hotel ini sudah beberapa kali berganti nama, Hotel Asahi pada masa pendudukan Jepang dan menjadi Hotel Merdeka setelah Proklamasi kemerdekaan. Nah dengan sejarah panjang Hotel Inna Garuda, dapat dikatakan selain sebagai penginapan, hotel Inna Garuda ini juga dapat dikatakan sebagai cagar budaya. 

 

Hotel Inna Garuda

Bagi saya sendiri, hotel Inna Garuda ini adalah hotel yang megah pada saat saya kecil. Ketika saya pergi ke Malioboro selalu melewati hotel ini, dan sedikit terbersit bagaimana rasanya menginap di hotel yang besar dekat dengan pusat keramaian. Akhirnya kesampaian juga, walaupun berapa puluh tahun kemudian, dan sudah muncul competitor hotel-hotel yang lebih modern dan mewah.

Lampu Gantung yang Antik

Inna Garuda

Dan ini adalah suasana kamar hotel kami, kamera yang saya gunakan adalah Canon 550D dengan lensa kamera  50mm 1:1.8. Lensa kamera ini bukan yang biasanya saya pakai, karena lensa yang biasanya kami pakai baru masuk service center untuk dibersihakn dari jamur. Karena biasanya pakai lensa yang wide, memakai lensa cadangan ini harus adaptasi lagi. Namun hasil fotonya cukup menarik apalagi untuk jarak dekat.

Bathroom Kit
 
Cangkir

Kalau teman-teman membaca review tentang lensa kamera ini, memang ada plus minusnya . Meskipun ada kekurangan dari lensa ini, jika kita dapat memaksimalkan kelebihannya maka kita dapat menemukan Cool Capture yang memuaskan. 

Dan beberapa reviewer mengatakan dengan lensa ini bisa mendapatkan efek Bokeh yang cool. Can’t wait to try Bokeh effect with this!

Tunggu cerita selanjutnya masih di Hotel Garuda, Malioboro, Yogyakarta.

Kamis, 24 September 2015

First Post, Photography : Mengenal Aperture


Ini adalah tulisan pertama saya di luar kegiatan sehari-hari saya (bekerja). Tulisan pertama di blog ini, saya ingin menuliskan catatan dalam memulai belajar fotografi. Tadinya, kegiatan mengabadikan moment melalui foto bukanlah hobi saya. Selama ini kegiatan foto-memfoto, selfie dan wefie, lebih sering diambil oleh manda. Jalan-jalan kita dan beberapa fotografi ala manda sudah memenuhi blognya di www.tamasyaku.com. Baru mulai akhir Agustus kemarin ada keingintahuan yang cukup besar untuk mengenal fotografi lebih mendalam. Alasannya adalah melihat hasil foto manda yang semakin bagus dan kreatifitasnya tanpa batas. 

Ternyata dunia fotografi itu sangat menarik dan sangat luas. Berselancar di internet, browsing web fotografi dan memantengi Youtube mengenai fotografi membuat saya seperti cangkir mendapat curahan air segentong. Agar tidak meluber saya mulai mencari pelajaran dasar fotografi. 

Ada 4 pelajaran dasar fotografi, yaitu :
  • mengenal Aperture
  • mengenal Shutter Speed  
  • mengenal ISO dan 
  • mengenal Exposure
Jadi blog ini adalah blog yang berisi catatan saya belajar fotografi secara otodidak , berguru pada mpu jagad maya, bertanya kepada mbah Gugel dan menyimak Nyai Yu Tub. Dan semoga hasil yang saya peroleh cukup memuaskan meski tidak mendekati Cum Laude.
Oke memulai petualangan saya, yang pertama saya harus mengenal Aperture.

Apa itu aperture?


Aperture adalah bukaan diafragma yang ada dalam lensa fotografi. Diafragma sendiri memiliki fungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke kamera, nah Aperture adalah ukuran besar kecilnya bukaan yang mengatur jumlah cahaya yang boleh masuk tersebut.

Mudahnya membayangkan Aperture adalah dengan membayangkan Jendela.


Jika jendela ditutup maka ruangan menjadi gelap, jika jendela dibuka sedikit demi sedikit maka cahaya mulai masuk dan membuat ruangan semakin terang. Jadi Aperture itu adalah jendela tersebut, banyak sedikitnya cahaya yang masuk ditentukan seberapa besar kita membuka jendela. Nah berikut contohnya gambar yang diambil menggunakan Aperture yang berbeda.
Gambar pertama diambil dengan tingkat Aperture rendah F2.
 
Aperture F2

Gambar kedua diambil dengan tingkat Aperture lebih tinggi F4

Aperture F4
 
F2 dan F4 apa itu? Balap Formula selain F1 atau ukuran kertas Folio?
F2 dan F4 adalah ukuran dalam Aperture. Ketika kita mengubah Aperture kita membuka jendela semakin lebar atau semakin sempit, nah jika kita ingin banyak cahaya yang masuk ( jendela kita buka lebar) maka ukurannya F kecil (1.8,2.0,2.2). Semakin besar ukuran F maka semakin sempit kita membuka jendela. Lihat gambar pertama dan bandingkan dengan gambar kedua, maka gambar pertama lebih terang dari gambar kedua. Gambar pertama diambil dengan Aperture F2 sedangkan gambar kedua dengan Aperture F4. Nah sekarang sudah jelas mengenai Aperture, kita bisa bereksperimen dengan mengubah ubah Aperture hingga mendapatkan kualitas gambar yang kita inginkan

Selamat Mencoba!